Jalan Jalan Jalan JalanPanduan ringkas untuk pembaca yang ingin paham tanpa bertele-tele.
travel

Liburan Keluarga ke Pesisir Pulaulaut: Cerita dari Pinggir Pantai

Cerita perjalanan keluarga ke pesisir Pulaulaut. Tips hemat, wisata alam, dan suasana kampung nelayan yang bikin liburan singkat terasa berkesan.

6 Apr 2026 · 2 menit baca · oleh Redaksi Jalan Jalan
Liburan Keluarga ke Pesisir Pulaulaut: Cerita dari Pinggir Pantai

Pagi itu kami berangkat sebelum matahari terbit. Mobil keluarga melaju pelan menuju pesisir timur Pulaulaut, ditemani aroma nasi uduk dan kopi hangat dalam termos. Tujuan kami sederhana: cari pantai sepi yang aman buat anak-anak main pasir. Setelah buka-buka peta di hape, akhirnya kami memutuskan untuk mencoba Pantai Batu Merah yang katanya masih alami. Perjalanan cuma 40 menit dengan kondisi jalan lumayan baik.

Menikmati Pantai yang Masih Asri

Begitu sampai, dua bocah langsung melompat keluar mobil dengan riang. Si bungsu yang baru tiga tahun erat menggenggam ember dan sekop plastik kesayangannya. Suami milih bersantai di bawah rindangnya pohon kelapa sambil sesekali ngawasin anak-anak dari kejauhan. Saya berjalan nyusuri garis pantai. Banyak kerang-kerang kecil masih utuh bertebaran di pasir. Ombaknya tenang bangeet, cocok banget buat keluarga dengan balita kayak kami.

Tak jauh dari situ, seorang nelayan tua lagi bersihin perahunya. "Ini pantai favorit warga sini buat piknik," ujarnya sambil nunjuk bekas api unggun di antara batu-batu. "Tapi jarang ada turis luar yang tahu." Logatnya khas masyarakat pesisir, ramah dan hangat. Kami ngobrol sebntar sambil ngamatin perahu kayu sederhananya.

Saat makan siang, kami buka bekal di bawah pohon yang teduh. Anak-anak melahap makanan dengan lahap sebelum akhirnya tertidur pulas di kursi belakang. Saya dan suami sempat ngobrol sama penjual kelapa muda yang lewat. Harganya cuma lima ribu per butir, jauh lebih murah dibanding di kota. Kami pesan dua butir. Sambil nikmatin kesegarannya, kami memandang laut yang mulai pasang. Hanya suara ombak kecil dan gemerisik daun yang kedengeran. Suasananya super tenang.

Kenangan Manis untuk Dibawa Pulang

Menjelang maghrib, kami mulai bersiap pulang. Tak lupa beli dua ekor ikan kembung segar dari nelayan tadi buat makan malam. Harganya cuma dua puluh ribu, dan ikannya masih segar bangeet. Dalam perjalanan pulang, anak-anak udah tidur lelap di kursi belakang. Suami nyetir pelan-pelan sambil sesekali senyum.

Liburan sederhana kayak gini justru yang paling berkesan. Keluarga sehat, pemandangan indah, anggaran nggak terkuras. Rencana next time? Kami mau eksplor sisi barat Pulaulaut yang katanya masih punya hutan bakau perawan.

Keluarga bermain di Pantai Batu Merah Pulaulaut

Tag: #jalan-jalan keluarga #wisata alam #Pulaulaut #liburan hemat #keluarga muda