Jalan Jalan Jalan JalanPanduan ringkas untuk pembaca yang ingin paham tanpa bertele-tele.
travel

Menjelajah Alam Pulau Laut: Sebuah Petualangan Sepi

Cerita perjalanan ke destinasi alam tersembunyi di Pulau Laut, dari hutan mangrove hingga pantai sepi. Cocok untuk traveler hemat.

5 Apr 2026 · 2 menit baca · oleh Adi Lestari Wulandari
Menjelajah Alam Pulau Laut: Sebuah Petualangan Sepi

Hidup di Pulaulaut sejak kecil tak membuatku benar-benar mengenal setiap sudutnya. Baru tahun lalu, aku memutuskan untuk menjelajahi kampung halaman sendiri seperti seorang pendatang. Pagi itu, dengan sepatu yang sudah diikat kencang dan botol minum di tas, aku melangkah ke timur melewati kebun-kebun karet yang sudah akrab. Tujuanku bukan pantai yang ramai, tapi sebuah celah di antara bukit bernama Celurut - tempat yang katanya menyimpan air terjun kecil tak bernama.

Menyusuri Celurut dan Hutan Mangrove

Jalannya mulai sempit setelah setengah jam berjalan. Aroma khas tanah basah bercampur daun membusuk memenuhi udara. Aku harus hati-hati menyeberangi sungai kecil dengan batu-batu licin, airnya sampai ke betis. Di seberang, ada bekas jalan setapak yang mungkin sering dilalui pencari madu atau pemancing. Tak lama kemudian, air terjun itu muncul. Tak tinggi, cuma sekitar lima meter, tapi kolam di bawahnya begitu jernih dengan warna hijau kecokelatan. Aku duduk di batu besar, mencelupkan kaki, dan menikmati kesunyian. Hanya suara air dan kicau burung. Sinyal hp hilang sama sekali. Untuk sebntar, rasanya seperti penjelajah pertama yang menemukan tempat ini.

Perjalanan dilanjutkan ke pesisir utara dimana hutan mangrove masih sangat lebat. Aku menyewa perahu nelayan seharga 50 ribu rupiah untuk menyusuri sungai kecil. Bakau-bakau tinggi menjulang dengan akar menjuntai seperti tangan raksasa. Kadang terlihat monyet ekor panjang melompat dari pohon ke pohon. Pak Ruslan, si nelayan, bercerita kalau dulu tempat ini jadi persembunyian bajak laut. Entah benar atau tidak, ceritanya bikin petualangan terasa lebih seru.

Dari atas perahu, terlihat beberapa rumah panggung di tepian. Ada yang dijadikan warung kecil menjual kopi tubruk dan pisang goreng. Aku mampir di salah satunya. Kopi hangat dan gorengan renyah bikin semangat lagi buat melanjutkan perjalanan. Sadar gak sih? Liburan alam tak harus ke tempat terkenal. Di Pulau Laut, justru keindahan tersembunyi di spot-spot yang jarang disebut orang.

Pulangnya aku naik motor sewaan. Matahari mulai miring, sinar jingga menyelinap di antara daun-daun. Rasanya puas banget, bukan karena nemuin pemandangan spektakuler, tapi karena bisa menikmati alam tanpa keributan. Buat traveler hemat yang cari ketenangan, Pulau Laut tawarin petualangan asli tanpa perlu keluar duit bangeet. Cuma butuh kemauan jalan kaki dan hati yang terbuka, alam pasti menyambut dengan hangat.

Tag: #wisata alam #pulau laut #backpacker #petualangan #kalimantan